Sejarah Indonesian Center for Nutrition Studies (ICONS)

Sejarah ICONS berawal pada 5 Mei 1995 dengan dibentuknya Micronutrient Centre (Micronut). Pada masa awal pendiriannya, pusat studi ini berfokus pada penelitian dan intervensi untuk mengatasi berbagai masalah kekurangan zat gizi mikro. Salah satu kegiatan penting yang dilaksanakan adalah pemetaan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Maluku dengan dukungan pendanaan dari Asian Development Bank (ADB).

Pada tahun 1998, Micronut bersama sejumlah pusat studi dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Mataram melaksanakan pemetaan GAKY secara nasional. Dalam kegiatan tersebut, Micronut memperoleh tanggung jawab untuk menangani sebagian besar wilayah Indonesia bagian timur dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia. Selain pemetaan GAKY, pusat studi ini juga mengembangkan berbagai penelitian terkait zat gizi mikro, termasuk penelitian dan intervensi vitamin A yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Helen Keller International.

Seiring dengan berkembangnya permasalahan dan kajian gizi, ruang lingkup pusat studi diperluas dari mikronutrien ke makronutrien, gizi ibu dan anak, serta upaya penyelamatan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Perluasan ruang lingkup tersebut mendorong perubahan nama Micronutrient Centre menjadi Pusat Studi Gizi dan Pangan (PSGP). Pada periode ini, PSGP dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc.

Pada tahun 2004, ketika Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc. menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, kepemimpinan PSGP dilanjutkan oleh Prof. Dr. dr. Nurpudji A. Taslim, M.P.H., Sp.GK., Subsp.PK, FRSPH. Dalam perkembangannya, sebagian aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat PSGP kemudian terintegrasi ke dalam kegiatan Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Pada tahun 2019, pusat studi ini direvitalisasi dan bertransformasi menjadi Indonesian Centre for Nutrition Studies (ICONS), dengan Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc. kembali dipercaya sebagai ketua. Proses revitalisasi tersebut kemudian diperkuat secara kelembagaan pada tahun 2020. ICONS hadir sebagai kelanjutan sekaligus pengembangan dari Micronut dan PSGP, dengan cakupan kegiatan yang lebih luas dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas, advokasi kebijakan, dan kemitraan strategis di bidang gizi.

Salah satu fokus awal ICONS adalah penelitian dan implementasi suplementasi multi-mikronutrien atau Multiple Micronutrient Supplements (MMS) bagi ibu hamil. Kegiatan ini diawali melalui penelitian yang dilakukan oleh Dr. dr. Anang S. Otoluwa di Kota Makassar dan Fatimah Syam di Kabupaten Maros. Pelaksanaannya kemudian dilanjutkan di Kabupaten Banggai dan diperluas ke 12 kabupaten/kota. Hingga tahun 2021, cakupan implementasi MMS telah berkembang menjadi 22 kabupaten/kota.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu landasan bagi ICONS, bersama Pusat Penelitian Keluarga Sejahtera (PUSKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia serta Universitas Airlangga, dalam mendorong kebijakan transisi dari Tablet Tambah Darah (TTD) menuju MMS bagi ibu hamil. Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan riset implementasi di 25 kabupaten/kota di Indonesia.

ICONS juga bekerja sama dengan Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) dalam melakukan advokasi kebijakan untuk mendukung pencapaian Universal Salt Iodization (USI) di Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Majene. Program tersebut memperoleh dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF).

Selain melaksanakan penelitian dan advokasi kebijakan, ICONS berperan aktif dalam penyelenggaraan pertemuan ilmiah nasional dan internasional. Pada tahun 2019, ICONS menjadi salah satu inisiator pertemuan internasional pertama mengenai mikronutrien di Bali. Pertemuan tersebut diselenggarakan bersama Universitas Airlangga, Johns Hopkins University, Vitamin Angels, dan jejaring Asian Congress of Nutrition. Forum ini menjadi salah satu momentum penting dalam berkembangnya diskursus dan kebijakan transisi suplementasi zat besi dan asam folat menuju MMS di Indonesia.

Dalam perjalanan kelembagaannya, ICONS telah membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan nasional dan internasional, antara lain Bank Dunia, Asian Development Bank, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemerintah daerah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kabupaten Banggai, dan berbagai wilayah lainnya. Kolaborasi tersebut mencakup pemetaan masalah gizi, penelitian mikronutrien, gizi ibu dan anak, pencegahan stunting, fortifikasi pangan, pengembangan kapasitas, pendampingan program, dan advokasi kebijakan gizi.

Sejak November 2025, kepemimpinan ICONS dilanjutkan oleh Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D. Di bawah kepemimpinan baru tersebut, ICONS terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan penelitian gizi yang berorientasi pada bukti ilmiah, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan dukungan terhadap pengembangan kebijakan gizi di tingkat daerah, nasional, dan internasional.
Scroll to Top